LANGKAH – LANGKAH BELAJAR GITAR TUNGGAL Oleh Jubing Kristianto

pengantar :

pada awalnya belajar gitar itu sangat menyakitkan buat saya apalagi belajarnya dengan gitar yang bersenar steel yang udah karatan. saya dari kampung, kebanyakan gitar dikampung saya yang dijual rata rata hanya gitar sayur yang 90-180 ribuan dan itu udah mahal buat saya dulu dan teman teman,  apalagi masa sekolahan belum bisa nyari duit terpaksa menabung sedikit demi sedikit untuk membeli gitar idaman.

untuk di awal belajar gitar saya belum memiliki gitar, saya meminjam atau pergi ketempat teman untuk belajar kira kira dimulai dari kelas 2 SMK dan pertama kali yang dipelajari yaitu chord chord dasar dari beberapa lagu, karena biasanya teman saya mengajarin saya beberapa lagu dengan chord yang berbeda beda jadi biar sekalian bisa latihan banyak chord nya sekalian nyanyi nyanyi deh tu.

dimasa kuliah saya masih main lagu lagu dan chord nah kira kira semester 2, tahun 2011 saya mulai masuk kedunia gitar tunggal/solo yaitu fingerstyle, awalnya sangat rumit karena harus menggabungkan melody bass dan chord secara hampir bersamaan dengan cara memetik, namun sampai sekarang saya masih melatih penjarian ini dan seiring dengannya waktu maka kita akan terbiasa kok selagi fokus latihan nya dan nggak kenal lelah untuk berhenti berlatih dan juga jangan lupa banyak bertanya sana sini di media sosial atau dunia nyata dan mencari teman yang satu hobi biar kita juga berkembang.

ok ini dia simak pemabahasan dari om jubing kristianto pasti udah taukan buat bionya bisa di googling . check dibawah ini sekian dan terimakasih 🙂 

11913507_10153157931021378_2027834467099453855_n
Segala sesuatu selalu ada awalnya. Demikian pula dengan bermain gitar. Sering saya menerima pertanyaan, “Jika saya ingin bisa bermain gitar tunggal, bagamana memulainya?” Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan mengacu pada pengalaman saya.

Langkah 1 –  Punya Gitar

           Untuk memilih dan membeli gitar di toko, sebaiknya  di dampingi kawan atau kerabat yang sudah biasa bermain atau paham soal gitar. Ini menghindarkan kita dari salah pilih. Jika pun terpaksa, kita bisa meminta staf toko untuk membantu memilihkan.

Gitar tidak harus mahal tapi juga jangan yang murahan. Karena kualitas suara gitar sangat penting dalam proses belajar kita agar dapat memainkan musik yang bagus. Gitar harus di coba dan di mainkan untuk mengecek kondisi fisik serta  kualitas dan karakter suaranya.

Syarat pokok, semua not di semua senar tidak boleh sumbang ataupun pecah (buzzing). Kekuatan bunyi di semua not juga harus seimbang (balance). Ketinggian senar (action) dari permukaan leher gitar juga sebaiknya tidak terlalu tinggi agar kita tidak perlu menekan terlalu keras untuk membunyikan not.

Jika belum bisa beli, mungkin bisa pinjam dulu. Sambil memakai gitar pinjaman, menabunglah agar bisa membeli gitar yang memadai.

Langkah 2 – Menala Gitar

Senar pada gitar yang masih baru biasanya belum stabil tegangannya. Karena itu sebagai orang yang hendak memainkan gitar ini, sebaiknya kita belajar menyetem atau menala keenam senar pada gitar.

Langkah termudah adalah dengan memiliki tuner atau penala elektronik. Dengan membunyikan senar, tuner akan menunjukkan apakah senar nomor sekian  sudah berada pada frekuensi atau not  yang tepat.  Tuner kini sangat mudah di peroleh di toko-toko musik. Beberapa merek gitar akustik-elektrik bahkan sudah menambahkan tuner pada bodi gitarnya.

Meski memiliki tuner, sejak awal dianjurkan untuk belajar menyetem dengan mengandalkan pendengaran kita juga. Yang paling lazim adalah menggunakan garpu tala. Ada beberapa metode menala senar yang mudah diperoleh dari internet. Gunakan kata  kunci “how to tune guitar”.

Langkah 3 – Cari Pembimbing

Kita tidak bisa belajar sendirian. Bahkan yang mereka yang menyebut dirinya “belajar otodidak”-pun sebetulnya tidak benar-benar belajar sendiri, melainkan juga mendengarkan dan memelajari permainan musisi lain. Artinya, mereka juga punya pengajar, meski tidak tatap muka secara langsung.

Tentu saja cara terbaik adalah dengan mencari pengajar yang punya kemampuan membimbing kita dari awal. Belajar atau ikut kursus di sekolah musik adalah cara terbaik. Pertama karena umumnya mereka akan mempekerjakan guru yang punya kualifikasi dan kemampuan mengjar yang baik. Karena jika tidak, tentunya tidak akan ada yang mau lagi belajar di situ  Sekolah musik biasanya juga punya kurikulum dan silabus ujian yang membantu perkembangan kemampuan muridnya tahap demi tahap.

Belajar pada guru privat atau pada teman/kerabat yangsudah lebih dulu bisa bermain gitar juga bisa jadi pilihan. Tentunya adakelebihan dan kekurangannya dibanding belajar pada sekolah musik.

Belajar mandiri dengan mendengarkan sendiri permainan musisi lain, menirunya, serta mencari bahan pelajaran sendiri  dari internet juga bisa jadi pilihan, Namun ada keterbatasan, karena kita tidak memiliki seseorang yang mampu mengevalusi kemajuan kita serta memberi kritik dan saran atas kekurangan kita.

Langkah 4 – Membiasakan Posisi Gitar yang Benar

          Benar di sini lebih merujuk pada kenyamanan dan kesehatan jemari, pergelang tangan, lengan, tulang punggung, bahkan mungkin semua otot di tubuh kita. Juga, benar dalam arti posisi ini memberikan kelegaan dan keleluasaan yang optimum pada jemari  serta lengan kiri-kanan saat memainkan gitar.

Menentukan posisi memegang sangat penting di tahap awal,. Karena jika kurang tepat dan kemudian sudah telanjur jadi kebiasaan, akan sulit mengubahnya. Kekeliruan dalam posisi memegang gitar bisa berdampak serius pada kondisi tubuh kita. Misalnya jika dari awal kita terbiasa duduk memegang gitar dengan tulang punggung miring, di kemudian hari bisa terjadi gangguan kesehatan pada tulang punggung. Sebab, kita tanpa sadar saat berlatih atau bermain akan berada dalam posisi yang keliru ini sampai berjam-jam tiap harinya.

Dampak lain salah posisi adalah terhambatnya kemampuan teknis sang gitaris. Misalnya jika leher gitar diposisikan horizontal, maka ada bentuk2 chord tertentu di posisi satu yang sulit dimainkan oleh tangan kiri. Namun dengan menaikkan kepala gitar sehingga kemiringan leher sekitar 45  derajat bisa memudahkan gitaris memainkan bentuk/posisi jari yang sama.

Karena bentuk dan ukuran tubuh tiap orang berbeda, tentunya posisi gitar yang paling optimum dan aman bagi kesehatan juga berbeda-beda. Guru atau pembimbing yang baik bisa membantu menemukan mana posisi gitar yang paling nyaman dan optimal untuk anak idiknya.

Langkah 5 – Mainkan Chord

          Belajar bermusik hendaknya harus menyenangkan. Karenanya saya menyarankan para pemula pertama kali memelajari chord dulu untuk mengiringi nyanyian. Utamakan memelajari membunyikan rangkaian chord-chord primer I, IV,dan V. Misalnya G, C, D7. Dengan tiga chord ini kita sudah bisa mulai belajarmengiringi nyanyian. Banyak sekali lagu pop, daerah, mapun  lagu anak yang hanya berisi tiga chord primer sebagai pengiring. Misalnya “Naik ke PuncakGunung”.

Setahap demi setahap perbanyak perbendaharan chord dan lagu yang dinyanyikan. Untuk membunyikan chord, belajarlah memainkan teknik strumming (kocokan) pada tangan kanan. Pola ritme kocokan bisa kita tiru dari pola ritme yang dimainkan  drummer ketika mengiringi sebuah musik.

Langkah 6 – Kenali  Not pada Senar dan Petik

          Sambil memperbanyak perbendaharaan chord dan lagu, tiba saatnya mengenali nama-nama not pada tiap senar dan tiap fret. Tentunya dilakukan bertahap. Biasanya latihan dilakukan dengan memainkan tangga nada (scale). Tangga nada yang wajib diketahui dan dilatih adalah mayor dan minor. Dengan mengetahui tangga nada, kita bisa mulai berlatih memainkan melodi dengan petikan. Bagaimana teknik memetik terbaik, guru bisa membantu. Prinsip dasarnya adalah menghasilkan suara petikan yang kuat namun bening

Keterampilan memetik juga berguna untuk memainkan iringan chord dengan memetik not satu per satu dalam pola tertentu (arpegio). Ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan jari manis, umumnya digunakan dalam teknik petikan Ada banyak sekali kombinasi dan variasi arpegio. Tentunyaakan dipelajari dari pola termudah dulu dan berangsur makin sulit.

Perhatikan: pada tahap ini kita mestinya sudah menyadari bahwa chord adalah gabungan dari beberapa not. Kenali dan pelajari not apa saja yang ada dalam chord.  Misalnya chord A minor isinya adalah not A-C-E saja. Jadi kita tahu, di posisi manapun dan di senar mana pun jari kita menekan, bila yang dibunyikan adalah tiga not itu, maka namanya tetap chord A minor.

Seiring meningkatnya keterampilanjemari kiri berpindah formasi dan posisi, plus kemampuan melakukan strumming dan petikan, maka kita sudah punya modal awal untuk bisa memainkan gitartunggal. Yakni memainkan melodi, iringan chord, dan bas hanya dengan satugitar.

Begitu kita sudah bisa mulai memainkan lagu dengan gitar tunggal –meskipun dalam bentuk paling sederhana–  maka dimulailah perjalanan tanpa akhir dalam jagad permainan gitar tunggal. Seumur hidup pun tidak akan pernah habis untukmemelajari dan menemukan teknik permainan mapun ragam musik yang baru.

Langkah 7 – Belajar Baca Notasi dan Dengar Beragam Musik

          Untuk memuluskan proses belajar, sebaiknya gitaris juga bisa membaca notasi musik standar (standard music notation). Notasi ini adalah bahasa tulis universal untuk semua alat musik modern –bukan alat musik etnik/tradisional,.

Tak terhingga banyaknya karya musik dari para komposer maupun arranger yang ditulis dalam notasi standar. Memiliki kemampuan membaca akan memudahkan dan mempercepat kita belajar karya-karya baru maupun teknik baru. Pelajari pula dasar-dasar teori musik umum yang membantu kita memaham istruktur dan sifat sebuah karya musik. Biasakan melakukan survei tentang latar belakang karya musik, terutama  yang hendak kira mainkan.

Di sisi lain kita juga bisa belajar lagu baru lewat mendengar. Karena itu sering-sering dengarkan musik dari beragam jenis agar telinga kita makin cerdas dan bertambah wawasan dalam memahami musik maupun bagaimana ia dimainkan.

Penutup

          Seluruh rangkaian proses belajar di atas tidak mungkin terjadi dalam waktu singkat. Tidak mungkin dari nol bisa seketika jadi jago bermain gitar. Namun memerlukan waktu. Cepat atau lambatnya tergantung pada:

1) waktu yang kita sediakan untk berlatih

2) pemahaman kita tentang tujuan dan cara berlatih

3) serta ada atau tidaknya orang lain yang membimbing/mengkritik /mengevaluasi  permainanmaupun hasil latihan kita.

Proses ini tidak ada selesai atau batas, karena samudera seni musik sangatlah luas. Sekali kita sudah menceburkan diri ke dalamnya, kita tidak akan menemukan tepi atau kedalamannya. Bagi saya ,inilah yang membuat belajar musik selalu mengasyikkan dan tidak akan pernah ada selesainya.

Source : Fan Page Jubing Kristianto –> https://www.facebook.com/notes/jubing-kristianto/langkah-langkah-belajar-gitar-tunggal/10151772156534776

Advertisements

#akustik, #belajar-chord, #belajar-gitar-fingerstyle, #belajar-gitar-tunggal, #belajar-main-gitar, #belajar-melody, #belajar-petik-gitar, #fingerstyle-guitar-2, #gitar-akustik, #gitar-klasik, #gitar-tunggal, #jubing, #klasik, #komposisi-gitar